Cuma Memoar Cinta

sejenak aku tersenyum
melepas segala penat dan segala koyak
aku hanya tak ingin mati percuma
seperti pejuang kemerdekaan dahulu
mati percuma demi khianat anak cucu!

aku mengambil buku novel di meja makan
separoh rusak dikerat rayap kayu
kuberikan pada api di tungku biar nyala
seperti budaya yang moyak didera keacuhan!

lalu aku meminta anak anak penyuka sastra
“tolong tuliskan aku sebait sajak”
tapi seperti tak ada siapa siapa disekitarnya
cuman menulis cinta sahaja dan airmata!

aku berhitung mundur
hingga nanti tak sanggup didera pedih
melihat pengemis dan gelandangan mati terkapar
tangan tak lagi melambai dan bumi merintih

Kemudian

Kubakar kembali paru paru
biar asapnya memedih mata!
demi airmata yang tak perna tumpah
isak tangis yang terkunci di rongkongan

Aku merasa sepi dalam sajak
saat para jelata dalam lukak menyapaku

Hai penyair!
kau tulis apa tentang kami hari ini?

haridjogja
28-01-10-depok-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s