Pulang dan Menari

Melihat pagi hari selalu menghampiri
membuat pisau dalam genggaman jeri
di dada mana harus kubuat lobang
agar namamu keluar dan terbang

bersama doa
talu gendang
mencari

jalan

pulang

menari

dalam

Tuhan.

Hari
12 April 2010

2 thoughts on “Pulang dan Menari

  1. bagai sebuah penantian
    bagai sebuah perjalanan
    yang terlalu jauh dan menakutkan dalam mimpi
    hitungan langkah jauh menembus kisi

    sedangkah kita masih di sini
    dibuai khayalan sebuah gambaran menakutkan

    ada kalanya harus berontak

  2. tak perlu lirih
    sendiri, mencari
    jalan pulang itu sudah di tepi
    tinggal
    ketukan palu ilahi
    -menyatakan-
    kau harus kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s