Arogansi Penyair Yang Tak Bisa Digugat?

Arogansi Penyair yang tak bisa di ganggu gugat?

*kebebasan penyair dalam menentukan bahasa dan tema (yang tak bisa di ganggu gugat?)

saya akan jawab menurut yang saya ketahui dan saya simpulkan dan jika masih ada kekurangan mohon maaf.

*kebebasan penyair dalam menentukan bahasa dan tema
menurut saya memang sah sah saja penyair menyimpulkan kebebasan dalam bahasa dan tema sebagai sebuah ekspresi, namun ada satu pokok penting yang selalu diabaikan yaitu kesenian itu milik umum dan tak semua orang umum bisa memahami bahasa pribadi milik penyair.

Yang saya rasa dan saya amati selama ini baik dalam media cetak maupun cyber penulis yang mengaggungkan kebebasan tanpa menilik berbagai sudut pandang akan membuat bahasa yang aneh aneh (hanya menilik diksi dan keindahan/kemegahan saja) namun sangat jauh dari kriteria sebuah puisi, anda bisa lihat sendiri dibeberapa catatan para penulis lain yang mungkin merasa telah menciptakan bahasanya sendiri oleh sebab dia telah punya nama atau keseringan dipuji tanpa melihat tengkuknya sendiri.

-Setiap individu punya hak untuk berbeda
oke memang seperti itu namun kita tetap dalam lingkungan sosial dan yang lebih gawat kita ini (para penulis) hidup dari orang luas/sosial yang jangkauanya tak terbatas (harusnya).
Menilik setiap individu berbeda maka penulispun harus bisa menyesuaikan bahasa untuk setiap individu individu asing yang membaca karyanya, sebab setiap individu itu unik kita tak bisa memaksakan suatu bahasa dan tema kepada individu asing tersebut.
penulis tetap harus bisa kritis dan melihat dari berbagai sudut pandang dalam orisinalitas suatu karya dalam keunikan masing masing penyair.

-Puisi dalam artian seni itu indah dan menggoda dalam kebebasan setiap penciptanya
memang puisi itu harus indah dan imajinatif namun tak harus penyair untuk gila dan menulis bibir saja, yang saya maksud ialah ketika puisi itu ingin mengatakan rindu atau dendam dan sebagainya bisa sampai lima halaman folio. (ups berbait bait aja deh, kalau folio kok serem amat hehehe)
Puisi bukan novel atau cerpen yang hanya menulis panjang dan dibeber dengan jelas, keindahan puisi tak bisa melupakan pokok utama puisi : pemadatan kata yang indah dan bermakna dalam setiap kalimat/kata, jadi apa iya kita telah menulis puisi?

Jika setiap penulis lebih mengaggungkan keindahan kata tanpa mengindahkan kaidah kaidah puisi maka tak lebih dia hanya menulis diari berbentuk puisi dan tak lebih, meski secara tekstual bisa disebut puisi namun secara kualitas saya masih ragu apa bisa disebut suatu puisi.
Dan apa mungkin kebebebasan hanya menjadi suatu pengalihan jawaban atas ketidaktahuan penulis itu sendiri?
(kebebasan adalah saat dimana kita bisa menyelesaikan sesuatu/beban/aturan saat itulah kita akan bebas dari kekangan tersebut, menurut saya)

Puisi menurut beberapa kali perenungan dan acuan yang saya miliki (buku dan beberapa penyair yang lebih dulu malang merintang daripada saya dan anda sekalian)

1.Puisi adalah pemadatan kata yang indah namun bermakna
2.Puisi adalah tempat untuk menuangkan ide atau permasalahan baik pribadi maupun sekitar
3.Puisi adalah pengetahuan tanpa harus menggurui

itu pengertian global dari puisi yang saya definisikan dari berbagai sumber, untuk apa yang bisa membuat tulisan disebut puisi saya akan coba posting di note selanjutnya saja.
😛

Terimakasih sudah mampir dan semoga sharing kita ini bisa bermanfaat.
salam
hari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s