Sang Pengadu

ketika itu malam lebih merekah, di bilik
cakrawala angan makin tebal.
Dinding kamar malam itu,
menyerap segala mimpi
tentangmu, tentangmu diserapnya.

Dan aku,
hanya aku yang masih mengingatmu
saat malam telah ajal dalam sejuk embun.
galau salin mimpi mimpi, dan
masih kususun kayak puzle.

Di atas meja yang menyisa secuil
riak,sebias kabar
tentang biasnya malam mimpi mimpi.

Aku mengadu. Dinding tebal
malam ajal, puzle senyuman
darimu?

salam
hari
11/may/08 edited 12/07/09

6 thoughts on “Sang Pengadu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s