Doa Tanah Luka

O, doa. Doa!
Di kakiku tumbuh duri mawar
Kemanapun menapak, tanah terluka
Berdarah siang malam, angin mengejar

O.
Doa. Doa. Dosa
Di tanganku menguncup mawar
Hanya kepada bulan aku mengembang
Menjadi dupa dan terbakar, pelan sekali


Menjadi abu, penunggang angin
Pulang kemana-mana.


Sajak oleh: hariDjogja

3 thoughts on “Doa Tanah Luka

  1. Tandusmu menandu si busuk tiada berkarma lega.

    Angkuhpun merajalela tanpa merengek tertembus duri sang kala.

    Inginku dalam do’a tapi apalah daya tiada terbawa dalam yajna.

  2. Tada terkira mendengung dalam kerontang.

    Urung menjadi terlantun membahana menembus rasa yang gemilang.

    Harapan bunga bermandikan vishnu menjadi suram dalam tak tenang.

    Antara sloka dan mantra saling berpadu menembus loka yang gemilang.

    Narayana sang cemerlangpun datang tanpa rasa lelah yang kian memanjang.

  3. Tiada terkira mendengung terbalut dalam kerontang.

    Urung menjadi terlantun membahana menembus rasa tiada gemilang.

    Harapan bunga bermanadikan vishnu menjadi suram dalam tak tenang.

    Antara sloka dan mantram saling berpadu menembus loka yang gemilang.

    Narayana sang cemerlangpun datang tanpa rasa lelah yang kian memanjang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s