Gugur Tumit -sajak oleh hariDjogja –

Gugur Tumit

Masa lalu yang tak pernah berhenti

masa depan yang tak pernah dimulai

Aku tak menemukanmu di sini, daun daun malah gugur mengecup kening
mengingatkan aku pada luka negeriku, lukaku sendiri masih biru lebam
sementara pemimpinku duduk di sofa, matanya goyah pada masa depan
‘banyak yang mati tuan’ bicaraku padanya, tapi seperti bicara pada kaca
memantul wajah luka, masa lalu yang gesit

menguntit tepat di tumit
aku berlari namun namaku
gugur sebelum musimnya.

Aku ingin mengorbit, menuju satelit satelit asing
mengabarkan bahwa luka makin meraja, kulit yang rapuh
sebelum melesat jauh rasa panas membakar, matahari berkabar
matilah kalian dalam tawan sebab tirani menguntit

tepat di tumit
aku berlari namun gugur
di meja meja birokrat.

Besi dan peluru memburu, saling serbu
minta darah dari tubuh gabah
satu persatu sembunyikan kepala dibawah kaki
kuburan bagi yang berani, kuburan di pagi hari
namun rasa gelisah makin mencubit pipi

  masa lalu ternyata tak pernah berhenti
teramat gesit, menguntit
rapat rapat tepat di tumit.

HariDjogja
1Mei2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s