Memanggil Kupukupu

Memanggil Kupukupu

Dua kupu menari

Dicumbu sinar matahari pagi

Di sana, ditempat padi menguning

Desaku yang sementara jadi kenang

Dua ekor kupu bercumbu

sayapnya lusuh dibakar matahari, mak!

Entah kenapa di kota megah begini

Matahari menebar racun, sianida!

Tlah kucoba untuk berdiam

Berdamai dengan hati sendiri

Namun hati berontak, menebas leherku

Dengan parang dan darah berlinang di parit

Parit hitam dan bau busuk

Tempat kupu beranak pinak

Kadang saling mencumbu

Genit sekali mak!

Oh iya mak, di kota ini

malamnya tak setenang degup jantung

Rembulan terlalu pucat dan cepat berliang

Di lukaluka yang terus diperbarui orang orang

Dan semua seakan rela menjadi sehitam arang

Demi lembar lembar kehidupan.

haridjogja
bekasi Timur
 

6 thoughts on “Memanggil Kupukupu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s