Seribu Tahun Lagi

Penjara di hatimu
Aku percaya kau telah menelan kepahitan
Dan kawan setiamu adalah penyesalan

Satu gigitan nasib dari kepayahan
Tapi peta kehidupan harus kaulanjutkan

Aku melihat penjara dalam hati
Tak urung hidup seribu taun lagi
Sia-sia juga akhirnya

Aku melihatmu terpenjara
Bersama kepayahan dan kengerian
Kepahitan yang merajalela

Tak ubahnya laron
menuju matahari
sendiri
mati.

HariDjogja

4 thoughts on “Seribu Tahun Lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s