Kau Dan AKu


pesan yang tersembunyi
dalam jejak rekam kaki…
seperti teh manis yang kita cecap
manisnya hanya tika sekejap

lalu berubah jadi apa saja

harijogja-jogja-rangkas
…. kau dan aku ….

Buku Puisiku telah terbit siap dipesan

Antologi Puisi ‘Bertanya Dengan Waktu’
Hari Djogja & Gus War

Berisi puisi-puisi bertema religi dan nasional dengan balutan romansa serta adat dan budaya yang coba mereka junjung dan mereka terobos dengan cara mereka sendiri.

Jika anda berminat silahkan kontak via inbox atau
sms-tel 085 655 910 598 (hari djogja),

Harga- 25.000 (belum ongkos kirim – menyesuaikan daerah)
Pembayaran – transfer ke rek Mandiri yang akan diberitahukan setelah ada deal email dan sms/telp.

Sebelumnya terimakasih dan mohon maaf jika ada salah-salah kata

salam
Rahayu

Dua Belas Tiga Puluh

12.30

sajak oleh harijogja

gambar diambil dari flickr.com

kematian menurutnya tiada sempurna
sama ketika bercinta sebelum subuh
kami cuma berani menreka
walau tak perlu kata
 
lalu tinggalkan aku sendirian
merenungi wangi tubuhku
hingga cahya matahari menerpa

menurutnya juga kematian tak beralasan
sama seperti cintaku padanya
dari dulu hingga sekarang
tetap tak perlu alasan
 
dan setiap malam aku bersamanya
merenungi kesepianku kala siang
dimana jarak memisahkan
diburu cahaya

dan jelas kami tau
kematian tak bercumbu
walau sering kami temukan
maut dalam setiap desahan

haridjogja
14mar2012

sajak oleh harijogja Melihat Pagi Menatap Matahari

Melihat Pagi Menatap Matahari

Pagi ini aku melihat
matahari lagi berenang dilautan awan
tersesat dimega mega hitam

tambah badai mengguncang
air berubah mencadi pecahan cermin
masing masing wajah bersemangat
menatap kumpulan gambar terpantul

anak anak sekolah dibawah jembatan
anak anak kurus menanak nasi

pecahan pecahan cermin dengan gambar
menikam daging menyobek urat nadi
anak anak sekolah menjadi jembatan
anak anak kurus mati kelaparan

Pagi ini aku tersesat
matahari tersesat dilautan awan
mega bergulung pelan

haridjogja

— — —

Sungguh {sajak oleh Haridjogja}

Satuhunipun

Djeng Sinuhun Gusti Pengeran

Sakmenika dateng kula lan lading
Tekan tibaning bagas
Lan wulan ndadari

Menapa Djeng Sinuhun taksih mirengaken
Menapa kula ingkang karungket impen

Djeng Sinuhun Gusti Pengeran

Kula lan ladingipun
lan bagas,
wulan

kairisiris
mboten saget
kaetung

ngilang kalingkalingan
gumebyaring lintang
kang sinawang

Saestu

Haridjogja
22okt2011

Ndak Bisa Mbaca Tiba Tiba

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

aku ndak bisa mbaca peta pak

tapi bapak presiden itu tetep ngotot

baca peta itu nak, bisa sukses nanti

aku tetep cuma melotot

pak presiden makin ngotot

baca peta itu nak!

aku buta huruf pak…

lalu semua menjadi lelucon

saat kemajuan terhalang tonggak

sejarah, peta nusa kita

pak presiden marah besar

itu gambar nak, peta!

 

tiba tiba aku juga buta gambar

sejarah masa depan.

 

 

harijogja

bekasi