sajak oleh harijogja Melihat Pagi Menatap Matahari

Melihat Pagi Menatap Matahari

Pagi ini aku melihat
matahari lagi berenang dilautan awan
tersesat dimega mega hitam

tambah badai mengguncang
air berubah mencadi pecahan cermin
masing masing wajah bersemangat
menatap kumpulan gambar terpantul

anak anak sekolah dibawah jembatan
anak anak kurus menanak nasi

pecahan pecahan cermin dengan gambar
menikam daging menyobek urat nadi
anak anak sekolah menjadi jembatan
anak anak kurus mati kelaparan

Pagi ini aku tersesat
matahari tersesat dilautan awan
mega bergulung pelan

haridjogja

— — —

untiteld puisi oleh haridjogja

-untiteld-

tiba-tiba mereka sadar luka
yang mereka katakan ternyata tidak ada
satu persatu tumbang bernyawa

para pemimpin menjadi gila,
rakyatnya makin nestapa

setan dan hawa nafsu berlomba menjaring manusia
matahari lupa pada tempatnya
manusia sulit mengingat nama dan pura-pura buta

hanya manusia yang menyalakan doa dalam dada
bisa selamat dari mara bahaya, meski luka sekujur raga
tersudut dalam rumahnya meraih raih cakrawala

hore!
bulan purnama sebentar lagi tiba,
selanjutnya malam tak bercahaya

tiba-tiba mereka sadar sudah jauh tersasar
dan tak juga binasa… keabadian yang tak dipuja

haridjogja
17des2011

Memantik Matahari Sajak Oleh HariDjogja

Harijogja

Memantik Matahari

Dari dekat kaulihat matahari
berlari dari dada tiap anak manusia
nyalanya membakar setiap kota
dan saudagar negara asing datang

Mereka tawarkan seribu kenyamanan
di tanah dan air yang telah berubah
desadesa menjadi cluster dan jembatan
lalu matahari kembali bersembunyi

Di tanah air tempat kita lahir
kita diharuskan membeli secuil tanah,
setitik air dengan uang dan seluruh usia
dan matahari membeku dalam tungku

Suatu saat anak anak setelah kita
mendapati tulang belulang saudara mereka
menjadi gunung dan sampah masa silam
maka sebelum itu pantiklah matahari lagi

Bangunlah dan jagalah matahari
dalam dada kita hingga saatnya
padam dan kita sendiri
kembali pulang.

Haridjogja

2nov2011

Sungguh {sajak oleh Haridjogja}

Satuhunipun

Djeng Sinuhun Gusti Pengeran

Sakmenika dateng kula lan lading
Tekan tibaning bagas
Lan wulan ndadari

Menapa Djeng Sinuhun taksih mirengaken
Menapa kula ingkang karungket impen

Djeng Sinuhun Gusti Pengeran

Kula lan ladingipun
lan bagas,
wulan

kairisiris
mboten saget
kaetung

ngilang kalingkalingan
gumebyaring lintang
kang sinawang

Saestu

Haridjogja
22okt2011

Software Pembantu Menulis Puisi&Lirik Lagu

INI CUMA SOFTWARE PEMBANTU BUKAN SOFTWARE PEMBUAT PUISI

Mungkin aku dan kau atau kalian semua bisa semakin bergembira sekarang, bagi yang suka atau hidup dalam puisi…
setelah lama aku berjalan jalan ke dunia lain akhirnya kutemukan juga salah satu program untuk membantu kita dalam menulis puisi.

Dengan tampilan yang simpel dan banyak rujukan kata *saat ini masih bahasa inggris namun jika anda sudah terkoneksi internet maka anda bisa mencari padanan kata atau kamus kata dari google dan wikipedia dalam bahasa iIndonesia- jadi aku sangat menyarankan ini bagi penyair/penulis lirik lagu yang ingin menuju ke jenjang profesional.

Ada banyak kata hiperbolik dan kata-kata dalam kasanah sastra *hanya dalam bahasa inggris jika offline-
jadi dalam penulisan puisi nanti kau bisa mendapatkan kata-kata yang benar-benar pas dan menjadikan anda selangkah lebih maju ke jenjang selanjutnya.

Apalagi jika penulisan lirik lagu atau puisi dalam bahasa inggris ini pasti sangat membantu, nah sekarang sudah disediakan verseperfect di blogsastra dan anda tinggal mendownload dan mengolah atau mendalaminya sendiri.

Untuk Download Silahkan Kunjungi Blogsastra Di Sini

Bintang Harapan

dia adalah bintang
dimana orangorang
menggantung harapan
aku dapat melihatnya tiap malam
kala bulan berbagi
kenangan denganku denganmu,
dengan siapa saja
dia bukan empu alam
dan harapan orangorang
jatuh saat pagi menjelang
dia adalah bintang
panutan samarsamar
dan munculkan lagi satu
kasus yang selesai purapura
melaju di atap gedung gedung kaca
berjaga di gapura gapura keangkuhan
tirani belum tumbang
aku mundurkan lagi satu
matinya orangorang yang bicara
dari soekarno sampek munir
dari tukang becak sampek rentenir

selamat yang kita ucapkan
pelarian dari sejarah kelam
bukan begitu kawan?
haridjogja
19okt2011