Kau Dan AKu


pesan yang tersembunyi
dalam jejak rekam kaki…
seperti teh manis yang kita cecap
manisnya hanya tika sekejap

lalu berubah jadi apa saja

harijogja-jogja-rangkas
…. kau dan aku ….

Dalam skenario garuda-sajak oleh harijogja

dalam skenario garuda *foto – 3.bp.blogspot.com

kita bukan budak siapa siapa

meski kita dikuasai oleh siapa saja
negeri penguasa, dan kita bertanya
pada siapa harus menghamba?
 
pada tuhan atau pada manusia
pada keyakinan atau pada kenyataan
meski kita mencoba membaca jawaban
tak ayal tiada apapun menjelma
 
kita bukan budak siapa saja
namun kita rela menghamba
pada waktu yang membawa nama
segala tuhan dan penguasa
 
 
—–x——-

 

Buku Puisiku telah terbit siap dipesan

Antologi Puisi ‘Bertanya Dengan Waktu’
Hari Djogja & Gus War

Berisi puisi-puisi bertema religi dan nasional dengan balutan romansa serta adat dan budaya yang coba mereka junjung dan mereka terobos dengan cara mereka sendiri.

Jika anda berminat silahkan kontak via inbox atau
sms-tel 085 655 910 598 (hari djogja),

Harga- 25.000 (belum ongkos kirim – menyesuaikan daerah)
Pembayaran – transfer ke rek Mandiri yang akan diberitahukan setelah ada deal email dan sms/telp.

Sebelumnya terimakasih dan mohon maaf jika ada salah-salah kata

salam
Rahayu

Dua Belas Tiga Puluh

12.30

sajak oleh harijogja

gambar diambil dari flickr.com

kematian menurutnya tiada sempurna
sama ketika bercinta sebelum subuh
kami cuma berani menreka
walau tak perlu kata
 
lalu tinggalkan aku sendirian
merenungi wangi tubuhku
hingga cahya matahari menerpa

menurutnya juga kematian tak beralasan
sama seperti cintaku padanya
dari dulu hingga sekarang
tetap tak perlu alasan
 
dan setiap malam aku bersamanya
merenungi kesepianku kala siang
dimana jarak memisahkan
diburu cahaya

dan jelas kami tau
kematian tak bercumbu
walau sering kami temukan
maut dalam setiap desahan

haridjogja
14mar2012

Suatu Ketika -sajak oleh haridjogja-

Suatu Ketika .29.feb.2012

Tika orangorang mulai berkemas

dan hidup seolah terjamin dengan kata kata

sedang hati terus terpenjara dalam labirin politik

 

semuanya tak lebih sekedar hitam dan berliku

tubuh dan bayang bayang tak dapat lagi dibedakan

meski langit diatas sana tetap seputih kapas asli

 

dan dari rimbunan ilalang tempat bayibayi diikat erat

perlahan remuk terjerat akar pohonan

ibuibu memeras air susunya, airmatanya berpijar merah menyala

…. ….

hd

untiteld puisi oleh haridjogja

-untiteld-

tiba-tiba mereka sadar luka
yang mereka katakan ternyata tidak ada
satu persatu tumbang bernyawa

para pemimpin menjadi gila,
rakyatnya makin nestapa

setan dan hawa nafsu berlomba menjaring manusia
matahari lupa pada tempatnya
manusia sulit mengingat nama dan pura-pura buta

hanya manusia yang menyalakan doa dalam dada
bisa selamat dari mara bahaya, meski luka sekujur raga
tersudut dalam rumahnya meraih raih cakrawala

hore!
bulan purnama sebentar lagi tiba,
selanjutnya malam tak bercahaya

tiba-tiba mereka sadar sudah jauh tersasar
dan tak juga binasa… keabadian yang tak dipuja

haridjogja
17des2011

Memantik Matahari Sajak Oleh HariDjogja

Harijogja

Memantik Matahari

Dari dekat kaulihat matahari
berlari dari dada tiap anak manusia
nyalanya membakar setiap kota
dan saudagar negara asing datang

Mereka tawarkan seribu kenyamanan
di tanah dan air yang telah berubah
desadesa menjadi cluster dan jembatan
lalu matahari kembali bersembunyi

Di tanah air tempat kita lahir
kita diharuskan membeli secuil tanah,
setitik air dengan uang dan seluruh usia
dan matahari membeku dalam tungku

Suatu saat anak anak setelah kita
mendapati tulang belulang saudara mereka
menjadi gunung dan sampah masa silam
maka sebelum itu pantiklah matahari lagi

Bangunlah dan jagalah matahari
dalam dada kita hingga saatnya
padam dan kita sendiri
kembali pulang.

Haridjogja

2nov2011