Dalam skenario garuda-sajak oleh harijogja

dalam skenario garuda *foto – 3.bp.blogspot.com

kita bukan budak siapa siapa

meski kita dikuasai oleh siapa saja
negeri penguasa, dan kita bertanya
pada siapa harus menghamba?
 
pada tuhan atau pada manusia
pada keyakinan atau pada kenyataan
meski kita mencoba membaca jawaban
tak ayal tiada apapun menjelma
 
kita bukan budak siapa saja
namun kita rela menghamba
pada waktu yang membawa nama
segala tuhan dan penguasa
 
 
—–x——-

 

Advertisements

Dua Belas Tiga Puluh

12.30

sajak oleh harijogja

gambar diambil dari flickr.com

kematian menurutnya tiada sempurna
sama ketika bercinta sebelum subuh
kami cuma berani menreka
walau tak perlu kata
 
lalu tinggalkan aku sendirian
merenungi wangi tubuhku
hingga cahya matahari menerpa

menurutnya juga kematian tak beralasan
sama seperti cintaku padanya
dari dulu hingga sekarang
tetap tak perlu alasan
 
dan setiap malam aku bersamanya
merenungi kesepianku kala siang
dimana jarak memisahkan
diburu cahaya

dan jelas kami tau
kematian tak bercumbu
walau sering kami temukan
maut dalam setiap desahan

haridjogja
14mar2012

Suatu Ketika -sajak oleh haridjogja-

Suatu Ketika .29.feb.2012

Tika orangorang mulai berkemas

dan hidup seolah terjamin dengan kata kata

sedang hati terus terpenjara dalam labirin politik

 

semuanya tak lebih sekedar hitam dan berliku

tubuh dan bayang bayang tak dapat lagi dibedakan

meski langit diatas sana tetap seputih kapas asli

 

dan dari rimbunan ilalang tempat bayibayi diikat erat

perlahan remuk terjerat akar pohonan

ibuibu memeras air susunya, airmatanya berpijar merah menyala

…. ….

hd

untiteld puisi oleh haridjogja

-untiteld-

tiba-tiba mereka sadar luka
yang mereka katakan ternyata tidak ada
satu persatu tumbang bernyawa

para pemimpin menjadi gila,
rakyatnya makin nestapa

setan dan hawa nafsu berlomba menjaring manusia
matahari lupa pada tempatnya
manusia sulit mengingat nama dan pura-pura buta

hanya manusia yang menyalakan doa dalam dada
bisa selamat dari mara bahaya, meski luka sekujur raga
tersudut dalam rumahnya meraih raih cakrawala

hore!
bulan purnama sebentar lagi tiba,
selanjutnya malam tak bercahaya

tiba-tiba mereka sadar sudah jauh tersasar
dan tak juga binasa… keabadian yang tak dipuja

haridjogja
17des2011

UNDANGAN ANTOLOGI 100 PUISI IBU SE-INDONESIA

Sehubungan dengan program kerja di tahun 2011, Sastra Welang Publisher mengundang rekan – rekan pecinta Sastra Se – Indonesia untuk mengirimkan karya puisi dalam program penerbitan buku Antologi 100 Puisi Se – Indonesia bertema Ibu.

TUJUAN
Tujuan dari proyek penerbitan buku Antologi 100 Puisi Ibu Seindonesia:
1. Media / Sarana publikasi untuk rekan-rekan pecinta sastra
2. Hasil seleksi dari pengumpulan materi puisi ini akan dijadikan sebuah buku. Dibagikan kepada 100 penulis se Indonesia yang berhasil masuk seleksi. Sebagian akan dijual di toko buku.

TATA CARA

  1. Tema: Ibu
  2. Kategori: umum
  3. Karya tidak mengandung unsur-unsur SARA.
  4. Karya yang dikirim harus karya sendiri (orisinil), bukan karya orang lain, bukan pula saduran atau terjemahan.
  5. Karya puisi belum pernah dipublikasikan di media cetak  manapun dan tidak sedang diikutkan dalam perlombaan tertentu.
  6. Setiap peserta cukup mengirimkan satu karya puisi.
  7. 100 karya puisi akan masuk ke dalam buku Antologi 100 Puisi Ibu Se Indonesia
  8. Karena keterbatasan dana, setiap penulis yang berhasil masuk seleksi tidak mendapat honor atau royalti, namun berhak mendapat 2 buah buku sebagai bentuk kontrapretasi yang akan dikirim melalui pos.
  9. Naskah puisi dikirim ke alamat email satrio_welang@yahoo.com
  10. Setiap naskah puisi yang dikirim disertai biodata dan profil singkat berikut nama jelas atau nama pena ( jika memiliki), alamat surat dan nomor telepon atau handphone yang bisa dihubungi.
  11. Batas waktu pengiriman naskah puisi: 30 September 2010, buku terbit di tahun 2011

Sastra Welang Publisher kini tengah merampungkan buku Antologi Cerpen Sastrawan Bali Lintas Generasi yang akan diterbitkan pada tahun 2010. Sastra Welang Publisher berkedudukan di Bali, berupaya menerbitkan karya sastra baik puisi , cerpen maupun novel. Buku terbitan pertamanya adalah Desa Kala Patra, Kumpulan Naskah Drama Temu Teater Mahasiwa Nusantara 7.

Salam Sastra,
Sastra Welang Publisher

Untuk kejelasan lebih lanjut silahkan meluncur ke

http://www.satriowelang.com/

Sekedar memberi kabar bagi yang suka menulis puisi, diambbil dari web tetangga yang mengadakan antologi puisi silahkan baca lebih lanjut.

salam

harijogja

FB-Hari Djogja

Perempuan Kecil

perempuan kecil di sudut kota
jemari menjentik rokok yang telah tuntas
sisakan asap
pedihkan mata sesakan dada
ada linang airmata bergulir menggarisi pipi

lalu seorang muda pria menyapa
merengkuhnya menyeka airmata
mencium lehernya menyemai malam
hingga tunai peluh berkejaran…

dan muda pria pergi tanpa kesan bukan?

prempuan kecil menyulut rokok kesekian kali
menyantap asap pedihkan mata
sembunyikan bulir airmata

meski sesak
meski…

tangis di sudut kota
samar terdengar…
gemerincing koin.

hari-depok
71209